6/05/2004

Kamar Ini

kabut pekat selimuti pagi ini, sang surya masih sembunyi di balik bukit, purnama kesiangan tersenyum di langit putih, aku termangu duduk sendiri di kamar ini …

sejenak aku teringat kisah tiga tahun lalu, di kamar ini …ya di kamar ini, aku tersesat di taman lelap; sehabis hari raya, sekafilah keluarga kunjungi gubukku, aku yang nyenyak tertidur, terjaga seketika …
kulihat keluarga itu sambangi keluargaku, seorang tua lanjut usia salami kakekku, sementara isterinya berkumpul bersama perempuan-perempuan keluargaku. aku pun bergegas menuju ruang tengah rumahku …

di sana, ayah dan kakek memanggilku, “orang tua tadi ingin puterinya jadi sandingmu” kata mereka, “ah masa sih!” sahutku

puterinya itu disuruh menemuiku, dan … tiba jualah saat mendebarkan itu … aku kaget, terpana, terpesona!ternyata puteri itu, puteri yang juga kutemui di kampusku, puteri yang belakangan ini ganggu pikirku, ah … masa sih dia mau sama aku!

aku tanya padanya mengapa ia memilihku, ia pun menyahut, “itulah resikonya bila kau bermain-main denganku”. usai ia berucap, aku terkesiap! ruhku bertemu jasadku, kembali dari taman lelap. di kamar ini … ya … masih di kamar ini …

sengaja kutemui lagi kamar ini, setelah sekian lama tak kumesrai, aku harap kisah itu terulang kembali, meski “semua itu tak bisa jadi bukti, hanyalah semata mimpi …” demikian padaku pernah berujar sang puteri!
Cianjur, 5 Juni 2004, 07:09
 

©  3 column Minima Template by Bloganol