9/26/2004

Milangkala 22

acalah Fatihah tiga kali
hadiahkan atas namaku!
atau berdoalah untukku
menurut ‘agama’-mu

hari ini, satu dahan usiaku
kembali berderak, patah!
semoga Allâh berkenan
rahmati sisa hidupku. Amin.

Bandung, 26 September 2004, 00:01
jelang ultahku ke-22

7/05/2004

Berzikirlah, Tenteram Hatimu!

- a tribute for (Alm) Hamid Jabbar

berzikirlah, tenteram hatimu!
kuzikirkan nama-Mu dalam setiap nafasku
kuzikirkan asma-Mu dalam setiap langkahku
kuzikirkan ahad-Mu dalam setiap keluhku
kuzikirkan kadim-Mu dalam setiap lenguhku

darah mengalir desirkan …. zikir
jantung berdetak derapkan.. zikir
hati gulana lantunkan …….. zikir
tubuh menari hentakkan …. zikir

kuzikirkan zikir, desirkan nama-Mu
kuzikirkan zikir, derapkan asma-Mu
kuzikirkan zikir, lantunkan ahad-Mu
kuzikirkan zikir, hentakkan kadim-Mu

zikir nama-Mu, zikir asma-Mu
zikir ahad-Mu, zikir kadim-Mu
zikir zikir, zikir zikir …
berzikirlah, tenteram hatimu!


Tegalcaang, 5 Juni 2004, 09:11
terilhami QS. Ar-Ra‘d[13]:28

6/05/2004

Kamar Ini

kabut pekat selimuti pagi ini, sang surya masih sembunyi di balik bukit, purnama kesiangan tersenyum di langit putih, aku termangu duduk sendiri di kamar ini …

sejenak aku teringat kisah tiga tahun lalu, di kamar ini …ya di kamar ini, aku tersesat di taman lelap; sehabis hari raya, sekafilah keluarga kunjungi gubukku, aku yang nyenyak tertidur, terjaga seketika …
kulihat keluarga itu sambangi keluargaku, seorang tua lanjut usia salami kakekku, sementara isterinya berkumpul bersama perempuan-perempuan keluargaku. aku pun bergegas menuju ruang tengah rumahku …

di sana, ayah dan kakek memanggilku, “orang tua tadi ingin puterinya jadi sandingmu” kata mereka, “ah masa sih!” sahutku

puterinya itu disuruh menemuiku, dan … tiba jualah saat mendebarkan itu … aku kaget, terpana, terpesona!ternyata puteri itu, puteri yang juga kutemui di kampusku, puteri yang belakangan ini ganggu pikirku, ah … masa sih dia mau sama aku!

aku tanya padanya mengapa ia memilihku, ia pun menyahut, “itulah resikonya bila kau bermain-main denganku”. usai ia berucap, aku terkesiap! ruhku bertemu jasadku, kembali dari taman lelap. di kamar ini … ya … masih di kamar ini …

sengaja kutemui lagi kamar ini, setelah sekian lama tak kumesrai, aku harap kisah itu terulang kembali, meski “semua itu tak bisa jadi bukti, hanyalah semata mimpi …” demikian padaku pernah berujar sang puteri!
Cianjur, 5 Juni 2004, 07:09
 

©  3 column Minima Template by Bloganol